Rabu, 17 Oktober 2012

KM CARAKA PERKASA INOVATION KANDAS, ABK ENGGAN DIEVAKUASI


BATAM --  Direktur Operasi dan Latihan, Marsekal Pertama TNI Sunarbowo Sandi pada Senin (8/10) dinihari meneruskan informasi dari Markas Besar TNI tentang adanya laporan sebuah kapal mengalami kandas di selatan Pulau Sanglah, Perairan Kepulauan Riau.
Informasi yang juga diterima operator komunikasi Kantor SAR Tanjungpinang tersebut lantas diteruskan ke otoritas terkait di sekitar lokasi, seperti Gugus Keamanan Laut, Badan Koordinasi Keamanan Laut, Ditpolair Polda Kepri, KPLP Tanjunguban, Lanal Tanjung Balai Karimun, dan Pos SAR Tanjungbalai Karimun. Selain itu, dikoordinasikan pula upaya pengerahan heli rescue (HR)-1522 yang berpangkalan di Lanudal Tanjungpinang.

Pada pagi hari, pkl. 07.30 Wib HR-1522 dengan pilot Mayor (P) Dany dengan 2 (dua) orang rescuer, yaitu Ronaldi dan Roli Kuncoro, terbang ke koordinat 000 34.66’ N – 1030 41,72’ E, dimana posisi kapal naas tersebut kandas. HR-1522 membawa serta bantuan logistik berupa makanan darurat yang akan di­-drop dari udara. Pada saat yang bersamaan Pos SAR dan Lanal Tanjungbalai Karimun menyiapkan unsur ke lokasi dengan menggunakan searider Lanal."
’RIB yang kita punya kapasitas tangkinya kecil, kita hanya memiliki 3 tanki dengan masing-masing isi 25 liter. Dengan jarak nyaris 30 mil dari Tanjungbalai, kami khawatir unsur kami tidak mampu menempuhnya. Oleh karena itu, BBM yang ada di RIB Pos SAR, kami berikan buat support kapal Lanal,’’ ujar Miswadi, Koordinator Pos SAR Tanjung Balai Karimun. Koordinator Pos dan seorang rescuer, Aang Pragustama, on board di kapal Lanal dan bergerak ke lokasi pagi itu juga. Dari Ditpolair dikerahkan juga speedboat ke lokasi.

Kepala Kantor SAR Tanjungpinang selaku SAR Mission Coordinator/ SMC, Anggit M. Satoto, S.S., M.M. yang mengendalikan langsung penanganan musibah, berkoordinasi dengan pemilik kapal melalui jaringan telepon. Menurut Kakansar, “Tono Wisan, si pemilik, sangat keberatan ABK-nya dievakuasi karena pada saat itu kapal membawa muatan penuh container. Selain itu, pihak perusahaan sudah menghubungi beberapa kapal tunda (tug boat) untuk membantu menarik kapal naas dari posisi kandas”.
Oleh karena itu, HR-1522 diperintahkan untuk mengecek posisi dan kondisi kapal, serta mengedrop logistik dan mendokumentasikan penanganan. Sementara unsur laut dari Tanjungbalai Karimun diperintahkan untuk memastikan kondisi ABK secara langsung.

‘’Kami juga diperintahkan Kakansar untuk meminta surat pernyataan bahwa ABK tidak bersedia dievakuasi dan bertanggungjawab penuh atas keselamatan diri ABK dan kapalnya,’’ Miswadi menambahkan.‘’Proses penanganan kasus seperti ini ya seperti itu. Sekalipun tidak ada proses evakuasi, harus dipastikan bahwa ABK dan kapalnya benar-benar dalam kondisi selamat. Kalaupun mereka tidak bersedia dievakuasi, harus ada pernyataan resmi dan tertulis dari pihak perusahaan atau ABK, sehingga nantinya apabila terjadi hal yang tidak diinginkan, Basarnas tidak disalahkan,’’ tegas Kakansar.
Proses penanganan KMCarakaPerkasa Inovation selesai yang ditandai kepulangan HR-1522 ke pangkalan di Lanudal Tanjungpinang pada pkl. 08.45 WIB , serta merapatnya kembali unsur laut di Tanjung Balai Karimun pkl. 13.15 Wib. (humas)

Dokumentasi



KM. Caraka Perkasa Inovation yang posisi Kandas

Persiapan Heli HR - 1522 beserta Rescuer Kantor SAR Tanjungpinang

Rescuer bersiap Drop Logistik ke Kapal




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah mengunjungi blog Kantor SAR TANJUNGPINANG